suasana vila di pagi itu terasa hangat, sisa lelah dari pesta semalam masih menempel di tubuh Belvan. dengan rambut acak dan hoodie tipis, ia duduk di meja makan sambil menyuap sarapan nya perlahan. satu tangan memegang garpu, semenyara tangan yang lain menggulir layar ponsel tanpa tujuan yang jelas.
diruang makan hanya ada Belvan, mamah, dan papah nya, semua menikmati pagi yang tenang setelah rangkaian acara pernikahan ce Sheryl yang baru selesai kemarin.
Hening itu bertahan sampai suara langkah menuruni tangga terdengar. Sheryl muncul dengan rambut masih agak basah, baru selesai mandi, sendiri tanpa suaminya yang mungkin masih belum bangun. Ia mengambil gelas, menuang air, kemudian duduk sebentar di kursi samping Belvan.
mamah yang sedang mengaduk teh tiba-tiba menoleh, “Jerrico ngga dateng, ya dek? mamah kan sudah kirim undangan ke dia.”
Belvan berhenti mengunyah, pertanyaan yang satu ini sebenarnya memang sudah ia hindari sejak kemarin. sudah lama Belvan dan Jerrico putus, tapi mama nya memang belum tahu. “dia… ga bisa dateng. lagi ada acara di Singapore,” jawab Belvan pelan.
meja makan sontak kembali sunyi. sang mama hanya mengangguk kecil. “ooh.” Tapi beberapa detik kemudian, ia kembali membuka suara. “kok sekarang kamu jarang ajak dia ketemu mamah sama papah?”
sebelum Belvan sempat meraih alasan lain, Sheryl menyahut sambil memungut sebutir anggur dari piring buah. “lah kan udah putus, mah?” Ibunda Belvan menatap Belvan kaget. “kok kamu ngga cerita?” Belvan menghela napas kecil. “udah lama juga mah putus nya. udah lupa juga mau cerita.”
Sheryl, yang memang hobi mengusik adiknya itu mencondongkan tubuh. “tapi udah ada yang deket lagi kan, dek?” godanya. Belvan langsung melempar tatapan malas. “siapa, coba? ga ada.”
Sheryl nyengir, “itu lho yang beberapa kali kamu upload di story Instagram kamu.” Belvan mendengus. “yang aku upload di story ga cuma satu orang, Ce.”
mama cepat-cepat menengahi, “sudah, sudah, jangan mulai berantem.” lalu ia menoleh ke Belvan dengan senyum lembut yang membuat pertanyaan berikutnya semakin sulit dihindari. “kapan kapan boleh lah dikenalkan sama mamah dan papah.”
Belvan menatap tiga orang di depannya dalam diam kemudian menunduk, menusuk-nusuk scrambled egg yang sudah dingin. Ia tahu persis siapa yang dimaksud Sheryl barusan. Isaac. Orang yang hubungan dengannya bahkan tidak jelas dan dirasa akan semakin asing.
written by Raa, 2025